Mengapa buku cerita Indonesia perlu mendapat perhatian lebih? Kita sering kali melihat buku cerita asing lebih diminati daripada buku cerita Indonesia. Padahal, buku cerita Indonesia juga memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2019, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya promosi terhadap buku-buku cerita Indonesia. Menurut Prof. Dr. Ani Rakhmawati, seorang pakar sastra dari Universitas Indonesia, “Buku cerita Indonesia memiliki kekayaan budaya dan nilai-nilai lokal yang bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pembaca.”
Selain itu, buku cerita Indonesia juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda. Menurut Dr. Tuti Purwani, seorang ahli pendidikan dari Universitas Negeri Malang, “Dengan membaca buku cerita Indonesia, anak-anak dapat belajar tentang sejarah, adat istiadat, dan nilai-nilai luhur bangsa kita.”
Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengangkat kembali minat baca terhadap buku cerita Indonesia. Salah satunya adalah kurangnya terbitan buku cerita Indonesia yang berkualitas. Menurut Prita Ghozie, seorang penulis buku anak, “Kita perlu lebih banyak mendukung para penulis Indonesia untuk terus berkarya dan menciptakan buku cerita yang menarik bagi pembaca.”
Maka dari itu, penting bagi kita semua untuk memberikan perhatian lebih terhadap buku cerita Indonesia. Dengan meningkatkan minat baca terhadap buku cerita Indonesia, kita turut serta dalam melestarikan kekayaan budaya dan nilai-nilai Indonesia. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Soe Hok Gie, seorang aktivis dan penulis Indonesia, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai warisan budayanya.” Jadi, mari kita dukung dan promosikan buku cerita Indonesia agar semakin banyak yang tertarik dan terinspirasi oleh keindahan dan kekayaan budaya Indonesia.
